Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan

Prinsip Prinsip Dasar Bioteknologi



                Bioteknologi

Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup maupun produk dari makhluk hidup dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Bioteknologi berasal dari kata bios (hidup), teknos (penerapan), dan logos (ilmu). Pengertian lebih lengkap bioteknologi adalah ilmu yang menerapkan bantuan makhluk hidup seperti mikroorganisme, sel hewan, dan tumbuhan untuk meningkatkan potensi makjluk hidup serta menghasilkan produk dan jasa bagi kepentingan hidup manusia.
Ilmu-ilmu yang mendukung bioteknologi antara lain mikrobiologi,biokimia, biologi molekuler, genetika, enzimologi, ilmu pangan, rekayasa teknologi pangan dan rekayasa biokimia. Hasil bioteknologi dapat berupa makhluk hidup lain , produk dan jasa.
Bioteknologi dibagi kedalam dua jenis berdasarkan prinsip yang digunakannya,yaitu;
1)      Bioteknologi konvensional adalah bioteknologi yang dilakukan dengan cara sederhana sebelum ilmu pengetahuan berkembang. bioteknologi konvensional memanfaatkan mikoorganisme secara utuh. Proses biokimia dan roses genetik terjadi secara alami. Manipulasi yang dilakukan hanya sekedar manipulasi pada lingkungan dan media tumbuh serta tidak sampai pada tahap rekayasa genetika. Bioteknologi konvensional telah berlangsung sejak tahun 6000 SM, masyarakat babilonia sudah menggunakan ragi untuk membuat bir. Tahun 4000 SM, masyarakat Mesir telah menemukan ragi dapat mengembangkan adonan roti. Di Jepang, orang dapat membuat sufu dan kecap. Sementara itu, masyarakat Indonesia telah lama mengenal ragi untuk membuat tapai, tempe,oncom,brem,tuak dan cuka.
2)      Bioteknologi modern adalah bioteknologi yang sudah menerapkan prinsip prinsip ilmiah melalui penelitian. Prinsip dasar bioteknologi modern yaitu manipulasi atau rekayasa DNA, manipulasi dilakukan pada susunan gen dalam kromosom makhluk hidup yang digunakan .Misalnya dalam produksi pangan , para ahli meneliti berbagai jenis sel ragi, kemudian dipilih jenis yang paling sesuai serta diteliti cara pertumbuhan dan perkembangbiakannya.
Perbedaan bioteknologi modern dan konvensional yaitu pada prinsip kerja yang digunakan. Pada bioteknologi konvensional, manipulasi sifat-sifat organisme dilakukan pada kondisi lingkungan dan media tumbuh (substrat). Pada bioteknologi modern, manipulasi tidak hanya dilakukan pada kondisi lingkungan serta media kultur, tetapi pada susunan gen dalam kromosom.
Berdasarkan kondisi pelaksanaanya bioteknologi ini dibedakan pada kondisi yang non steril dan kondisi yang steril (membutuhkan area khusus) dan belum ditunjang berdasarkan ilmu-ilmu tertentu. Pada kondisi non steril proses bioteknologi masih dilakukan dalam kondisi belum menggunakan area khusus.



Bagi Sobat Pelajar Hits yang ingin tau lebih lanjut tentang Bioteknologi Bisa Mendownload 
Artikel Berikut berbentuk document. 
Screenshot:



Link Download :

Kultur Jaringan Tumbuhan


KULTUR JARINGAN
1.      Pengertian dan Prinsip Kultur Jaringan
Kultur jaringan merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif berdasarkan sifat totipotensi. Totipotensi adalah kemampuan setiap sel tumbuhan untuk tumbuh menjadi individu baru yang sempurna. Kultur jaringan dilakukan dengan cara mengisolasi bagian dari tanaman seperti kelompok sel atau jaringan yang ditumbuhkan pada media yang kaya nutrisi dengan kondisi aseptik sehingga bagian tanaman tersebut tumbuh menjadi tanaman lengkap.
Bagian tumbuhan yang akan di kultur disebut eksplan. Eksplan dapat diambil dari jaringan muda yang masih aktif membelah, baik dari akar, batang, daun, maupun mata tunas. Eksplan dibiarkan tumbuh menjadi massa sel yang belum berdiferensiasi, disebut kalus. Sel-sel kalus dipisahkan dan dikultur lagi agar terbentuk kalus-kalus yang baru. Sel-sel kalus kemudian berdiferensiasi membentuk akar, batang, daun dan tumbuh menjadi tanaman lengkap berukuran kecil (planlet). Jika ukuran planlet sudah mencapai ukuran tertentu, planlet harus segera dipindahkan pada medium tanah atau ditanam dengan sistem hidroponik.
Teknik kultur jaringan memanfaatkan prinsip perbanyakan tumbuhan secara vegetatif. Berbeda dari teknik perbanyakan tumbuhan secara konvensional, teknik kultur jaringan dilakukan dalam kondisi aseptik di dalam botol kultur dengan medium dan kondisi tertentu. Karena itu teknik ini sering kali disebut kultur in vitro. Dikatakan in vitro (bahasa Latin), berarti "di dalam kaca" karena jaringan tersebut dibiakkan di dalam botol kultur dengan medium dan kondisi tertentu.
2.      Tahap-tahap Perbanyakan Tanaman dengan Teknik Kultur Jaringan
a. Pembuatan media
Komposisi media yang digunakan tergantung dengan jenis tanaman yang akan diperbanyak. Media yang digunakan biasanya terdiri dari garam mineral, vitamin, dan hormon. Selain itu, diperlukan juga bahan tambahan seperti agar, gula, dan lain-lain. Zat pengatur tumbuh (hormon) yang ditambahkan juga bervariasi, baik jenisnya maupun jumlahnya, tergantung dengan tujuan dari kultur jaringan yang dilakukan. Media yang sudah jadi ditempatkan pada tabung reaksi atau botol-botol kaca. 

Bagi sobat pelajarhits yang masih penasaran dengan kelanjutannya. bisa mendownload makalahnya secara praktis,cepat dan hasil yang didapat juga akan memuaskan.
Screenshot :



Link Download :

Rekayasa Genetika

         
                                                 Rekayasa Genetika

1.      Pengertian dan Prinsip dasar Rekayasa Genetika   
Rekayasa genetika adalah semua proses yang ditujukan untuk menghasilkan organisme transgenik. Organisme transgenik merupakan organisme yang urutan informasi genetik dalam kromosomnya telah diubah sehingga mempunyai sifat menguntungkan yang dikehendaki. Ada beberapa prinsip dasar dalam rekayasa genetika antara lain Rekombinasi DNA, fusi protoplasma, dan kultur jaringan.

a.       Teknologi Hibridoma
Fusi sel (teknologi hibridoma) merupakan proses peleburan atau penyatuan dua sel dari jaringan atau spesies yang sama atau berbeda sehingga dihasilkan sel tunggal yang mengandung gen-gen dari kedua sel yang berbeda tersebut. Sel tunggal ini dinamakan hibridoma yang mempunyai sifat-sifat kedua sel.
Teknologi hibridoma telah dikembangkan untuk memproduksi hormon atau antibodi. Jika sel penghasil hormon atau anti bodi dilebuur dengan sel kanker yang memiliki kecepatan membelah luar biasa, akan dihasilkan hormon atau antibodi dengan jumlah besar dalam waktu yang singkat. Cara yang biasa dilakukan untuk mempercepat terjadinya fusi sel adalah dengan metode elektrofusi, yaitu menggabungkan dua sel dalam satu bidang elektirs dengan frekuensi tinggi sehingga sel sel tertarik satu sama lainnya dan akhirnya melebur
b.      Rekombinase DNA
Rekombinasi DNA adalah proses pengubahan gen dengan tujuan untuk mendapatkan organisme baru yang memiliki sifat sesuai yang dikehendaki. Rekombinasi DNA dapat diperoleh secara buatan, yaitu dengan pemotongan dan penyambungan DNA secara in vitro. DNA berbagai organisme dapat disambung  secara in vitro  dengan alasan sebagai berikut.
·         Struktur DNA semua spesies sama, ytaitu tersusun dari gula pentosa, basa nitrogen, dan gugus fosfat.
·         Gen dapat mengontrol sintesis polipeptida dan mengekspresikan sifat tertentu ddimana pun berada asalkan kondisinya sesuai. Contohnya gen pengedali produksi insulin manusia tetap dapat bekerja walaupun berada di dalam sel bakteri.

Pemanfaatan Rekayasa Genetika
1.      Terapi Gen
Terapi  Gen adalah usaha perbaikan kelainan genetik dengan memperbaiki susunan basa nitrogen pada rantai DNA dalam gen. Untuk mengganti gen yang rusak atau gen muatan yang merugikan, dapat disisipkan atau dicangkokkan gen pengganti yang normal dengan teknik rekombinasi DNA.
2.      Pembuatan Vaksin Baru
Rekayasa genetika telah memproduksi vaksin baru, salah satunya vaksin subunit. Vaksin subunit adalah vaksin yang dibuat dari bagian tertentu mikroorganisme yang imunogenik secara alamiah. Sifat imunogenik adalah mampu menimbulkan respons imunitas tubuh. Vaksin subunit umumnya berasal dari protein permukaan virus. Vaksin dari protein permukaan virusmerupakan vaksin yang potensial dan dapat diperbanyak dengan metode kloning gen.
3.      Pembuatan organisme transgenik
Organisme transgenik adalah organisme yang mendapatkan gen-gen dari organisme lain. Gen yang di transfer dapat berasal dari jenis (spesies) lain, seperti bakteri, virus, hewan, atau tanaman lain. Transgenik dapat dimanfaatkan dalam pemuliaan tumbuhan maupun hewan.
1)      Tanaman Transgenik
Tanaman Transgenik merupakan tanaman hasil rekayasa genetika dengan sistem penggabungan gen pada suatu rangkaian DNA. Penggabungan gen dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung.
2)      Hewan Transgenik


Hewan Transgenik adalah hewan yang mengandung sisipan gen asing di dalam genomnya. Gen asing umumnya bersal dari organisme yang berbeda spesies. Genom adalah keseluruhan informasi genetik yang dimiliki oleh suatu sel organisme. 



Bagi Sobat Pelajarhits yang masih penasaran dengan kelanjutannya bisa mengunduh versi .doc nya yang lebih lengkap.
Screenshot :



Link Download :






Evolusi Makhluk Hidup ppt


Berikut ini saya akan membagikan sebuah materi biologi mengenai evolusi. Nah evolusi yang dibahas disini masih dalam tahap awal. Evolusi pada tingkata sel. Evolusi sendiri berasal dari kata evolve yang berarti perubahan secara perlahan. Evolusi bedasarkan faktornya dibagi menjadi 2 yaitu evolusi biologi dan evolusi kimia.
Tokoh Tokoh Evolusi :
1. A.lOparin (1894)
Ahli biokimia berkebangsaan Rusia A.l. Oparin adalah orang pertama yang mengemukakan bahwa evolusi zat-zat kimia telah terjadi jauh sebelum kehidupan ini ada. Dia mengemukakan bahwa asal mula kehidupan terjadi bersamaan dengan evolusi terbentuknya bumi serta atmosfirnya.
2. Sydney Fox
Sydney Fox melakukan percobaan dengan memanaskan larutan kental monomer organik yang mengandung asam amino, asam amino pada suhu titik leburnya. Saat air menguap, terbentuklah lapisan monomer – monomer yang berpolimerisasi. Polimer ini oleh Sydney Fox disebut proteinoid.
3.Stanley Miller dan Harold Urey (1953)
Teori Urey didasari atas pemikiran bahwa bahan orqanik merupakan bahan dasar organism yang pada mulanya dibentuk sebagai reaksi gas yang ada di alam denqan bantuan energi.
4.Stanley Miller
Miller berhasil membuktikan teori Urey dalam laboratorium. dengan alat, seperti pada Gambar. Dia melakukan percobaan dengan menggunakan molekul air, metana, sianida, amonia, dan hidrogen dalam tabung steril yang diberi loncatan listrik yang kemudian Terbentuk  asam amino, urea, asam asetat
Pemikiran selanjutnya adalah bagaimana terbentuknva protein dari asam amino ini.

Nah bagi sobat yang masih penasaran dengan kelanjutanya kami menyediakan versi lengkapnya yang berbentuk ppt. 
Screenshot:

Link Download :

Teori Evolusi Menurut Para Tokoh+doc


EVOLUSI

Evolusi adalah proses perubahan struktur tubuh makhluk hidup yang berlangsung sangat lambat dan dalam waktu yang sangat lama.
Berdasarkan objek yang mengalaminya, evolusi dapat dibedakan menjadi evolusi kosmik (evolusi universe) dan evolusi organik.
Evolusi kosmik adalah perubahan yang terjadi pada lingkungan yang tidak hidup (abiotik). Contohnya bentuk dan keadaan suatu daerah beberapa ratus atau ribu tahun yang lalu yang diyakini telah mengalami beberapa perubahan jika dibandingkan dengan keadaan sekarang.
Evolusi organik adalah perubahan yang terjadi pada makhluk hidup dari generasi ke generasi selanjutnya, contohnya perubahan yang terjadi pada ular yang dulu diyakini berkaki, tetapi saat ini tidak memiliki kaki.
       Berdasarkan akibat yang ditimbulkan, evolusi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu evolusi progresif dan regresif.
1)      Evolusi progresif adalah evolusi yang mengarah pada kemungkinan terbentuknya suatu spesies baru yang dapat bertahan hidup dan berkelanjutan, contohnya, evolusi manusia. Manusia yang hidup sekarang ini diduga berasal dari manusia sebelumnya yang memiliki fenotipe yang jauh berbeda atau dapat dikatakan berbeda spesies. Contoh lainnya adalah evolusi yang terjadi pada burung finch.
2)      Evolusi regresif adalah evolusi yang mengarah pada kemungkinan terbentuknya spesies baru yang tidak dapat bertahan hidup dan akhirnya menuju kepunahan, contohnya evolusi dinosaurus. Dinosaurus saat ini tidak dapat ditemukan lagi di muka bumi, tetapi hewan tersebut diyakini pernah ada berdasarkan temuan fosil.


TEORI EVOLUSI



  1. Plato (428-348 Sebelum Masehi) membayangkan pencipta yang menciptakan dunia dari kehancuran, kemudian menciptakan para dewa yang akan membuat manusia dengan jenis kelamin laki-laki. Wanita dan hewan muncul dari reinkarnasi jiwa laki-laki.
  2. Aristoteles (384-322 Sebelum Masehi) adalah murid Plato yang menggolongkan semua organisme di dalam suatu skala alam, dari yang sederhana hingga yang kompleks. Organisme yang sudah ada dianggap tidak sempurna dan bergerak kearah keadaan yang lebih baik.
  3. Copernus dan Galileo (tahun 1543) menunjukkan secara meyakinkan bahwa matahari merupakan pusat dari rotasi planet-planet, bukan bumi. Dunia organik dan dunia fisik dapat diatur dengan hukum-hukum alami.
  4. Erasmus Darwin (1731-1082) menyatakan bahwa kehidupan di bumi memiliki asal usul yang sama dan respons fungsional diwariskan kepada keturunannya.
  5. Baron George Cuvier (1797-1875) adalah peneliti fosil yang menyatakan bahwa kepunahan spesies akan digantikan oleh spesies yang baru. Suksesi (perubahan) fauna dari zaman ke zaman disebabkan oleh serangkaian bencana yang disusul dengan penciptaan spesies.
Perjalanan Darwin
            Ketika berumur 22 tahun (1831), darwin ikut dalam pelayaran keliling dunia bersama kapal HMS Beagle. Tujuan pelayaran itu adalah untuk menyelidiki pantai-pantai di Amerika Selatan dan beberapa kepulauan pasifik. Pelayaran tersebut dimulai pada tanggal 27 Desember 1831.
            Setelah berlayar selama 3 tahun, Darwin dan kapal Begale tiba di kepulauan Galapagos yang terletak di Samudra Pasifik, sebelah barat Ekuador, Amerika Selatan. Kepulauan Galapagos terdiri dari beberapa pulau dengan kondisi lingkungan yang berbeda. Di sana terdapat spesies-spesies yang tidak ditemukan di tempat-tempat lain di bumi. Meskipun begitu, spesies-spesies itu mirip dengan spesies-spesies yang ada di Amerika Selatan.
            Darwin mempelajari kehidupan liar yang ada pada tiap pulau di kepulauan Galapagos dan menemukan beberapa perbedaan burung finch (sejenis burung pipit). Ada 13 spesies burung finch di kepulauan Galapagos yang berhasil diidentifikasi oleh Darwin. Ke 13 spesies burung fiench itu memiliki banyak kemiripan dengan satu spesies burung finch yang ada di daratan Amerika Selatan, sekitar 1.000 mil ke timur dari kepulauan Galapagos. Darwin mengamati bahwa 13 spesies burung finch yang ada di kepulauan Galapagos berbeda dalam hal bentuk paruh. Menurut Darwin keanekaragaman bentuk paruh itu berhubungan dengan perbedaan makanan. Dawin berkesimpulan bahwa ketiga-belas spesies burung finch itu berasal (berevolusi) dari satu spesies moyang burung finch yang ada didaratan Amerika Selatan yang menyebar di kepulauan Galapagos dan beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang ada disana. Proses evolusi beberapa spesies burung finch dari satu spesies moyang burung finch dikenal sebagai radiasi adaptif. Setelah beberapa generasi burung-burung finch itu berubah secara anatomi yang memungkinkan mereka mendapat cukup makanan dan bertahan hidup untuk bereproduksi.
            Selain burung finch, Darwin juga menemukan berbagai kura-kura, kadal, kerang, serangga, dan beberapa macam tumbuhan. Pada saat itu, Darwin belum mengetahui arti penting penemuan-penemuannya. Namun, setelah 22 tahun kemudian ia mengembangkan teori evolusi dengan menggunakan penemuan-penemuannya tersebut.
            Saat kembali ke Inggris, Darwin membaca sebuah artikel berjudul An Es Say On The Principles of Population yang ditulis oleh Thomas Robert Maltus (1766-1834) pada tahun 1798. Dalam artikel itu, Maltus menulis bahwa laju pertambahan populasi manusia cenderung lebih cepat daripada laju pertabahan produksi bahan pangan. Populasi manusia bertambah menurut deret ukur (2, 4, 8, 16, ..., 2n), sedangkan prduksi bahan pangan bertambah menurut deret hitung (1, 2, 3, 4, ...,n+1). Akibatnya, akan terjadi persaingan atau kompetisi untuk memeroleh bahan pangan. Maltus menduga jumlah penduduk dikendalikan oleh kelaparan, penyakit dan peperangan. Oleh Darwin prinsip-prinsip tersebut diterapkan pada populasi hewan dan tumbuhan berdasarkan artikel Maltus, Darwin berpendapat bahwa agar dapat bertahan hidup, suatu individu harus berjuang dan akibatnya akan terjadi kompetisi.
            Pada tahun 1837, yaitu setahun setelah kembali dari berlayar bersama kapal Beagle, Darwin membuat catatan rinci tentang evolusi (ia menyebutnya transmutasi) dan membuat naskah pertama tentang teorinya pada tahun 1842.
            Keinginan untuk menerbitkan naskah tersebut muncul setelah pada tahun 1858 ia mendapat kiriman naskah yang berisi hipotesis yang sama mengenai evolusi, yaitu evolusi terjadi melalui seleksi alam, dari Alfred Russel Wallace (1823-1913). Pada tahun itu juga Darwin bersama Wallace menerbitkan suatu karya tulis mengenai seleksi alam yang merupakan faktor utama penyebab perubahan secara evolusi. Setahun kemudian, yaitu tahun 1859, Darwin menerbitkan bukunya yang terkenal berjudul On The Origin of Species by Means of Natural Selection atau lebih dikenal dengan The Origin of Species.
Teori Darwin
Teori Darwin tertuang dalam bukunya yang berjudul “On The Origin of Species by Means of Natural Selection” yang menyatakan bahwa asal mula spesies yang terjadi melalui seleksi alam. Buku tersebut berisi dua teori utama sebagai berikut;

  1. Spesies-spesies yang hidup sekarang ini berasal dari spesies yang hidup pada masa lalu.
  2. Evolusi terjadi karena seleksi alam.
  3. Teori August Weismann
    Friedrich Leopold August Weismann kontribusi utamanya adalah teori plasma nutfah, yang menurut teori ini, pewarisan pada organisme mulitseluler hanya terjadi melalui sel nutfah seperti sel telur dan sel sperma. Sel-sel lainnya pada tubuh (sel somatik) tidak berfungsi sebagai agen pewarisan. Akibatnya adalah, sel nutfah yang memproduksi sel somatik tidak dipengaruhi oleh kemampuan baru apapun yang sel somatik dapatkan selama hidupnya. Informasi genetik tidak dapat diwariskan melalui plasma soma ke plasma nutfah ataupun dari generasi ke generasi. Ini disebut sebagai sawar Weismann.
    Teori Lamarck
    1. Makhluk hidup sederhana adalah nenek moyang dari makhluk hidup yang sempurna/modern dengan tingkat kompleksitas yang tinggi
    2. Makhluk hidup akan senantiasa beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya dengan menggunakan organ tubuhnya
    3. Organ tubuh yang sering dipakai atau digunakan akan berkembang ke taraf yang lebih baik, sedangkan organ yang jarang ataupun yang tidak pernah digunakan akan menghilang
    4. Perubahan organ tubuh akan diwariskan dan diturunkan ke generasi berikutnya atau keturunannya

    PERBANDINGAN TEORI EVOLUSI

    Teori Evolusi Darwin dengan Teori Evolusi Lamarck
    Menurut Darwin, evolusi berlangsung karena adanya seleksi alam. Hanya individu-individu yang memiliki sifat-sifat yang cocok dengan lingkungannya yang mampu bertahan hidup dan berkembang biak. Individu-individu yang tidak mampu beradaptasi akan mati sebelum dapat berkembang biak. Kemampuan untuk bertahan hidup dan berkembang biak dapat diwariskan dari induk kepada keturunannya.
    Sebagai contoh, Darwin berpendapat panjangnya leher jerapah merupakan salah satu contoh seleksi alam. Pada awalnya jerapah memiliki panjang leher yang bervariasi. Jerapah yang berleher panjang mampu menjangkau daun-daun yang ada di pucuk pohon untuk makanannya. Akibatnya, jerapah berleher panjang mampu bertahan hidup cukup lama untuk melakukan perkawinan. Jerapah berleher panjang yang kawin dengan sesama jerapah yang berleher panjang akan menurunkan sifat/ciri tersebut kepada keturunannya.
    Jerapah berleher pendek akan kekurangan pangan karena tidak mampu mencapai daun-daun yang tinggi. Akibatnya, mereka mati atau terseleksi oleh alam sebelum mereka mampu melakukan perkawinan. Hal itu menyebabkan jumlah jerapah berleher pendek terus berkurang pada akhirnya jerapah berleher panjang yang tersisa. Mereka itulah yang lolos seleksi alam karena cocok dengan keadaan lingkungan.
    Sementara itu, menurut teori evolusi Lamarck, evolusi terjadi saat suatu organisme menggunakan suatu organ tubuh secara terus-menerus sehingga organ tubuh tersebut mengalami perubahan (hukum “use and disuse” atau “yang digunakan dan yang tidak digunakan”). Bagian tubuh yang digunakan secara intensif untuk menghadapi suatu lingkungan tertentu akan menjadi lebih besar dan kuat. Sementara bagian tubuh yang jarang akan mengalami kemunduran. Perubahan sifat atau ciri-ciri yang diperoleh dari lingkungan tersebut dapat diwariskan kepada keturunannya.
    Lamarck menduga leher jerapah yang panjang merupakan akibat penarikan atau peregangan selama bertahun-tahun, jerapah menarik lehernya untuk mencapai daun-daun pad pucuk pohon sehingga leher itu tumbuh memanjang. Seperti halnya Darwin, Lamarck juga percaya bahwa makhluk yang paling sesuai atau cocok yang akan bertahan hidup.

    Teori Evolusi Darwin dengan Teori Evolusi Weismann
    August Weismann adalah seorang ahli biologi Jerman pendukung teori evolusi Darwin. Namun, tidak seperti Darwin, Weismann berpendapat bahwa perubahan sel-sel tubuh akibat pengaruh lingkungan tidak diwariskan kepada keturunannya. Evolusi menyangkut pewarisan gen-gen melalui sel-sel kelamin. Hal ini berarti bahwa evolusi berkaitan dengan gejala seleksi alam terhadap faktor-faktor genetik.
       Weismann berpendapat bahwa sifat leher panjang dan leher pendek pada jerapah dikendalikan oleh gen. gen untuk leher panjang bersifat dominan, sedangkan gen untuk leher pendek bersifat resesif. Oleh karena itu, jerapah berleher panjang merupakan keturunan yang bersifat homozigot dominan atau heterozigot dominan. Sebaliknya, jerapah berleher pendek merupakan keturunan yang bersifat homozigot resesif. Jerapah berleher pendek yang homozigot resesif tidak mampu beradaptasi dengan lingkungannya sehingga akhirnya punah.


    Teori Evolusi Lamarck dengan Teori Evolusi Weismann
    Lamarck berpendapat bahwa makhluk hidup beradaptasi terhadap lingkungannya dengan cara menggunakan organ tubuhnya, kemudian sifat atau fungsi organ tersebut diwariskan kepada keturunannya. Berdasarkan teori tersebut, menurut Lamarck nenek moyang rusa tidak bertanduk. Namun karena sering mengadu kepala maka tanduk tumbuh dikepala rusa. Teori Lamarck tersebut ditentang oleh Weismann. Weismann berpendapat bahwa perubahan sel-sel tubuh akibat pengaruh lingkungan tidak diwariskan kepada keturunannya. Weismann dua ekor tikus yang masing-masing ekornya telah dipotong. Kemudian, anak-anak tikus yang sudah dewasa tersebut dipotong ekornya dan dikawinkan dengan sesamanya. Hasilnya tetap anak-anak tikus yang berekor. Weismann melakukan percobaan ini hingga 21 generasi tikus dan hasilnya tetap sama. 

Bagi sobat pelajarhits yang masih penasaran dengan kelanjutannya  bisa mendownload versi dokumennya yang telah kami sediakan. Screenshot:


Link Download :